Sabtu, 20 Agustus 2011

Cara memasang Alexa di blog

Seperti diketahui bahwa alexa rank akan membuat peringkat berdasarkan banyaknya pengunjung blog atau web, semakin banyak pengunjung terhadap suatu blog atau web maka alexa rank akan semakin baik dan ini ditandai dengan nilai Alexa Rank yang semakin sedikit . Jadi kalau semakin hari Alexa Rank kita akan terlihat seperti menurun jangan panik karena itu bagus . Darimana alexa mengetahui jumlah kunjungan terhadap suatu web atau blog? alexa akan mengetahui jumlah kunjungan terhadap suatu web atau blog berdasarkan informasi dari komputer yang browser internetnya memasang alexa toolbar. Oleh karena itu bagi pemilik blog atau web yang ingin mendapatkan data akurat tentang banyaknya pengunjung yaitu dengan memasang alexa widget pada blog atau webnya . Singkatnya dengan memasang alexa widget di blog, maka mesin alexa akan mengetahui secara akurat berapa pengunjung serta Page view (halaman yang di lihat) pada web atau blog kita.
Bagi yang berminat memasang widget alexa rank tersebut caranya, adalah sbb. :
  1. Masuk ke situs www.alexa.com
clip_image002[6]
2. Klik menu for site Owners , Kemudian Pilih Side Widgets yg dikehendaki
3. Ketikkan URL blog anda, lalu klik Build Widget, maka akan muncul gambar sbb.:

clip_image004[7]
4. Pilih widget yang akan dipakai dari 3 pilihan yang tersedia , yaitu:
Button (120 x 95 )
Vertical Banner ( 120 x 240 )
Banner ( 468 x 60 )
clip_image006[5]
5. Copy/paste code html dari widget yang dipilih tersebut kedalam blog anda
6. Cara memasang Alexa Rank ke blog :
  • Login ke "www.blogger.com"
  • Masuk ke "Tata Letak atau Lay Out
  • Pilih "Tambah Gadget"
  • Pilih yang "HTML/JavaScript"
  • Masukkan script dari www.alexa.com tadi, kemudian klik "Simpan"
7. Selesai... Selamat mencoba...Dan Lihat Hasilnya

oke para pembaca yang terhormat, siapa lagi nieh yang mau share cmd/cmd html java silahkan kirim komentarnya di bawah ini dan jangan lupa tuliskan sumbernya

Jumat, 19 Agustus 2011

Keamanan Jaringan


Tujuan Keamanan Jaringan Komputer
• Availability / Ketersediaan
• Reliability / Kehandalan
• Confidentiality / Kerahasiaan
Cara Pengamanan Jaringan Komputer
– Autentikasi
– Enkripsi
Autentikasi
• Proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer • Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password.
Tahapan Autentikasi
1. Autentikasi untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer).
2. Autentikasi untuk mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer).
3. Autentikasi untuk mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer).
4. Autentikasi untuk mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer).
Enkripsi
• Teknik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data / file baik di dalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak dikehendaki.
• Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data.
Teknik Enkripsi
• DES (Data Encription Standard)
• RSA (Rivest Shamir Adelman) Resiko Jaringan Komputer Segala bentuk ancaman baik fisik maupun logik yang langsung atau tidak langsung mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung dalam jaringan.
Faktor-faktor Penyebab Resiko Dalam Jaringan Komputer
• Kelemahan manusia (human error)
• Kelemahan perangkat keras komputer operasi jaringan jaringan komunikasi
Ancaman Jaringan komputer
FISIK
- Pencurian perangkat keras komputer atau perangkat jaringan
- Kerusakan pada komputer dan perangkat komunikasi jaringan
- Wiretapping
- Bencana alam
LOGIK
- Kerusakan pada sistem operasi atau aplikasi
- Virus
- Sniffing
Beberapa Bentuk Ancaman Jaringan
Sniffer
Peralatan yang dapat memonitor proses yang sedang berlangsung
Spoofing
Penggunaan komputer untuk meniru (dengan cara menimpa identitas atau alamat IP.
Remote Attack
Segala bentuk serangan terhadap suatu mesin dimana penyerangnya tidak memiliki kendali terhadap mesin tersebut karena dilakukan dari jarak jaruh di luar sistem jaringan atau media transmisi.
Hole
Kondisi dari software atau hardware yang bisa diakses oleh pemakai yang tidak memiliki otoritas atau meningkatnya tingkat pengaksesan tanpa melalui proses otorisasi.
Phreaking
Perilaku menjadikan sistem pengamanan telepon melemah
Hacker
– Orang yang secara diam-diam mempelajari sistem yang biasanya sukar dimengerti untuk kemudian mengelolanya dan men-share hasil ujicoba yang dilakukannya.
– Hacker tidak merusak sistem
Craker
– Orang yang secara diam-diam mempelajari sistem dengan maksud jahat
– Muncul karena sifat dasar manusia yang selalu ingin membangun (salah satunya merusak)

Keuntungan dan Kelemahan WAP

Keuntungan standar WAP :
1. Tidak adanya kepemilikan metode dalam mengakses Internet dengan standar WAP baik pada isi maupun layanan.
2. Network yang independent karena WAP bekerja pada seluruh jaringan seluler yang ada, seperti CDPD, CDMA, GSM, PDC, PHS, TDMA, FLEX, ReFLEX, Iden, TETRA, DECT, Data TAC, Mebitex, dan jaringan selular masa depan yang saat ini sedang dikembangkan seperti GPRS dan 3G.
3. Metode WAP telah diadopsi oleh hamper 95% produsen telepon seluler di dunia dalam memanfaatkan wireless internet access dan sedang diimplementasikan pada semua frekuensi.
4. WAP suatu standar protocol dan aplikasinya, yakni WAP browser yang dapat digunakan pada seluruh sistem operasi terkenal termasuk Palm OS, EPOC, Windows SE, FLEXOS, OS/9, Java OS, dan sebagainya.
5. Dengan menggunakan teknologi GPRS, perhitungan akses dihitung berdasarkan jumlah bit yang terkoneksi yang harganya Rp. 20 per kilo byte.
Kelemahan WAP :
1. Konfigurasi telepon selular untuk service WAP masih termasuk sulit
2. Jumlah telepon selular yang mendukung WAP masih terhitung sedikit.
6. Protokol lain seperti SIM Application Toolkit dan MexE (Mobile Station Application Execution Envirovment) secara luas didukung dan didesain untuk bersaing dengan WAP.
3. Perbedaan WAP dan WEB
Ditinjau secara teknis tentu saja ada berbagai perbedaan antara Internet (Word Wide Web, disingkat WEB) dengan mobile Internet (WAP). Perbedaan-perbedaan tersebut terjadi akibat sifat dasar dari keduanya yang memang berbeda, khususnya dalam hal konektivitas dan mobilitas pengguna.
WAP lebih ditujukan untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi atau mereka yang banyak berpindah tempat, sementara WEB untuk mereka yang sedang diam. Oleh sebab itu WAP memakai gelombang radio sebagai media pertukaraan datanya, sementara WEB menggunakan kabel.
Konektivitas modem ke jaringan telepon dalam WEB bersifat permanent / tetap karena menggunakan kabel, sedangkan konektivitas antara satu perangkat terminal data (yakni, telepon genggam) dengan perangkat WAP Gateway dalam WAP tidak bersifat permanent karena menggunakan gelombang radio. Tidaklah mengherankan bila konektivitas dalam WAP menjadi masalah yang cuikup rumit untuk dipecahkan.
WEB
1. Mengunakan jaringan kabel tetap.
2. Komputer sebagai terminal data di sisi pengguna biasa digunakan dalam keadaan diam.
3. Kapasitas memori komputer sangat besar.
4. Ukuran layar display komputer sangat besar.
5. Pemrograman dalam bahasa HTML (Hypertext Mark-up Language)
WAP
1. Menggunakan jaringan tanpa kabel (radio).
2. Telepon genggam sebagai terminal data di sisi pengguna biasa digunakan dalam keadaan bergerak.
3. Kapasitas memori telepon genggam sangatlah kecil.
4. Ukuran layar display telepon sangatlah kecil.
5. Pemrograman dalam bahasa WML (Wireless Mark-up Language).
Uantungnya para pakar telah menemukan dua metode untuk mengatasi masalah konektivitas tersebut. Metode pertama, yang lebih sederhana dan lebih dulu muncul, dinamakan dengan CSD (Circuit Switch Data). Sedangkan metode kedua yang lebih mutakhir dikenal sebagai GPRS (General Packet Radio Service). Dengan metode CSD, transfer data dilakukan mirip seperti halnya transfer suara, tanpa ada perubahan data asli. Metode CSD ini, yang semula hanya mendukung kecepatan transfer 9.6 kbps, kini telah dikembangkan menjadi HSCSD (High Speed Circuit Switch Data) yang mempunyai kecepatan transfer 28.8 kbps, bahkan hingga 38.4 kbps.
Berbeda halnya dengan metode GPRS tidak dalam bentuk data asli tetapidalam bentuk potongan-potongan kecil data yang disebut packet. Kecepatan transfer data dengan GPRS bias mencapai 57.6 kbps bahkan sampai 115 kbps.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites